Connect with us
Photo from guoguiyan.com

Fiksi

F A N I S A

Aku berlarian di pasir putih ini bersama Anis dan Dendy. Arloji yang menunjukkan pukul sepuluh nyata-nyata menunjukkan hawa pantai yang mulai panas. Namun semua itu tak kelihatan karena ada Anis.

Prev1 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

Pagi ini tak seperti biasanya yang kadang sang mentari masih sembunyi-sembunyi di balik awan. Udara yang juga terasa hangat menyelimuti perjalananku dengan mini bus ini. Aku memandang dari jendela kaca mini bus, tampak rumah-rumah berukuran sedang yang di samping kanan kirinya terdapat banyak pohon kelapa. Aku menengok jam tanganku. Mungkin dua jam lagi aku bisa bertemu adik kecilku itu. Lalu aku beranjak dari tempat dudukku karena lima puluh meter di depan mata sudah tampak rumah kawanku, Dendy.

Dendy adalah kawan baikku sejak semester satu di Universitas tempatku belajar. Kami sudah mengenal cukup dekat dan baik. Rumah kita berbeda kabupaten yang berselang kurang lebih dua jam jika ditempuh kendaraan umum. Hari ini, menjelang seminggu lagi hari wisuda S1-ku (juga sama dengan Dendy), aku ingin bersilaturahmi ke rumahnya, juga menemui adik kecilku.

Kurang lebih satu jam aku di rumah Dendy. Setelah berpamitan dengan orang tua Dendy, aku dan dia mengendarai sepeda motornya menuju suatu tempat yang indah di pesisir utara. Sepanjang perjalanan, pandanganku tak bisa lepas dari pepohonan hijau yang membujur tinggi di kanan maupun kiriku. Udara segar terasa menyemangati perjalanan ini.

Setiap beberapa kilometer kadang ada pondok kecil yang terbuat dari bambu dengan atap rumbia. Pondok itu kebanyakan digunakan untuk rumah makan lesehan. Sangat berbeda dengan rumahku di kota yang penuh dengan mobil, gedung, dan asap kendaraan. Bosan! Perjalanan kami yang hampir setengah jam akhirnya sampai juga. Eh, maksudku belum benar-benar sampai. Yang aku maksud adalah sepanjang mata memandang, Subhanallah… Lautan biru terhampar luas. Dengan pasir putih yang masih perawan. Pohon kelapa melambai-lambai di mana. Aku pun teringat saat aku terakhir kali ke sini, saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) enam bulan lalu.

***

Prev1 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

Rasakan.... Setiap kejadian yang terjadi, pasti membawa hikmah...

Click to comment

More in Fiksi

  • Fiksi

    Sang Kupu-kupu

    By

    Ditengah kerumunan nampak seseorang yang terbaring, ditutup kain disekujur tubuhnya. Anak wanita paruh baya itu melepaskan...

  • Fiksi

    Coffee…

    By

    Dengan segenap tenagaku, aku bergerak dengan tubuh lemahku karena kakiku sakit untuk berjalan. Aku menghampiri sesosok...

To Top