Connect with us

Ngawi Kulakan Prestasi! (Beneran)?

Photo by Alfia Rahma Amelia

Opini

Ngawi Kulakan Prestasi! (Beneran)?

Bukan hanya event sekedar euforia dan mengundang kemeriahan, warna yang terlihat adalah adanya upaya untuk mendulang prestasi. Dalam beberapa kejadian, Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat capaian-capaian terbaik yang berhasil dituai oleh Ngawi.

Spektakuler, kesan yang saya bentuk untuk mengemas apresiasi atas prestasi Ngawi. Gebyar festival dan kegiatan-kegiatan besar seolah tumplek blek dan di susun berturut-turut untuk menghidupkan kota paling ujung barat Provinsi Jawa Timur ini. Beberapa tahun belakangan Ngawi memang benar-benar totalitas menunjukkan daya saing dan prestasi.

Selesai satu event, terpampang baliho baru event lanjutan. Terus menerus – berkelanjutan. Meriah – Ngeri. Ini kesan personal saya selanjutnya. Pun bagaimana tidak saya menyebut meriah, setiap kali kegiatan mampu menarik perhatian ratusan hingga ribuan atensi masyarakat setempat. Keramaian dan agenda demikian mampu menjadi pengobat haus di tengah dahaga akan hiburan. Dicatat dulu ya, sebelumnya Ngawi lumayan jarang menyelenggarakan event-event yang ‘wah dan meriah’. Andalannya tertumpu di pesta tahunan, Karnaval Tujuhbelasan.

Bukan hanya event sekedar euforia dan mengundang kemeriahan, warna yang terlihat adalah adanya upaya untuk mendulang prestasi. Dalam beberapa kejadian, Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat capaian-capaian terbaik yang berhasil dituai oleh Ngawi.

Tidak terlepas dari itu, keberanian dari para pemangku jabatan untuk mengusung tema out of the box medapat banyak sorotan dan pro kontra baik dari internal ataupun eksternal (red: masyarakat).

Studi kasus yang hangat untuk dijadikan topik bahasan dan sedikit analisa ringan adalah tentang event Karnaval INBOX SCTV tanggal 2-3 September lalu. Secara khusus Ngawi melakukan kontrak kerjasama untuk menjadi tuan rumah penyelenggara. Sensitif memang kalau menyoal tentang anggaran. Estimasi pengeluaran yang cukup ‘wow’ untuk melaksanakan event sekeren inbox memang cukup sebanding untuk mengangkat Ngawi ke hadapan publik dengan potensi daerah yang dimiliki.

Terkait dengan itu, kondisi anggaran Ngawi di beberapa waktu lalu dinyatakan defisit, pembangunan sosial maupun infrastruktur terbengkalai, belum lagi moratorium pegawai negeri sudah bertahun-tahun dan lain sebagainya memantik sumbu pendek masyarakat. Berkoar-koarlah pernyataan bahwa kegiatan sekeren itu di akhir-akhir waktu ini hanya dijadikan kendaraan dan sarana menyukseskan Bupati Kanang menuju bakal calon wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

Sebagai individu yang diberi bekal akal pikiran, mari kita ambil secangkir kopi lantas menempatkan diri, di bagian mana kita akan berkontribusi. Bukankah kita orang Ngawi?

Kamu bukanlah Tuhan. Di mana penamu belum terangkat, tintamu belum kering, di sanalah suara hidup harus kamu bahasakan. Karena tinta dan pena adalah bahasa.

Click to comment

More in Opini

To Top