Connect with us
Photo from i.ytimg.com

Fiksi

Sang Kupu-kupu

Ditengah kerumunan nampak seseorang yang terbaring, ditutup kain disekujur tubuhnya. Anak wanita paruh baya itu melepaskan pegangan tangan ibunya.

2 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

Nuri panggilan akrab Nur Laila, meletakkan kepala malas di meja kelasnya, menatap ke luar jendela. Menyaksikan temannya yang lain asik bermain basket di lapangan. Bola basket tersebut bergerak melambat di matanya, semakin lambat lalu menghilang. Membuang pandangannya ke sekitar kelas, Nuri melihat dua temannya saling melempar bola kertas. Seisi kelas mendadak berhenti dan hanya Nuri yang masih memainkan pensilnya malas. Mendengar teriakan bapaknya setiap hari, menyaksikan ibunya ditendang, dipukuli, dan kala itu memar di bibir sebelah kiri Nuri masih sangat ketara. Lamunan Nuri bertebaran.

“Ampun Pak, ampun” rintih Mak Lastri dengan suara parau. Hampir seluruh wajahnya ditutupi memar, Nuri yang saat itu baru pulang sekolah, sigap menghantamkan tasnya yang berisi buku tebal ke kepala bapaknya. Berteriak seperti nada orang kesurupan, sesekali ia mengaung seperti singa, mengusir laki-laki tinggi besar yang tengah mabuk itu. Tanpa sepatah katapun, Nuri menolong ibunya untuk berdiri lantas menuntunnya ke kamar. Hatinya miris tiap mengompres memar ibunya, namun Nuri hanya memasang wajah datar dan biasa saja.

Mak Las masih lemas, mungkin akibat tendangan sekuat tenaga Pak Jo yang mendarat di perutnya. Pernah ia sampai keguguran saat mengandung adik Nuri, karena perutnya kerap ditendang.

“ANAK SIAPA LAGI INI HAA?” teriak Pak Jo sambil menendang perut Mak Las. Usia kandungannya sudah memasuki bulan ketiga,kala itu Nuri masih duduk di bangku SMP.

“Kali ini anak kamu Pak, tolong Pak, sakit” Mak Las merintih kesakitan kala ia mengalami perdarahan. Nuri berteriak meminta tolong tetangganya, sigap para tetangga membawa Mak Las ke Rumah Sakit namun Mak Las harus diambil tindakan Curettage karena bayi yang ia kandung sudah meninggal. Tetangga tak memperdulikan Pak Jo saat itu karena sudah hafal bagaimana perlakuaanya terhadap Mak Las.
***

2 of 6
Use your ← → (arrow) keys to browse

#BocahTritikan Ngawi - Jawa Timur, INDONESIA

Click to comment

More in Fiksi

  • Fiksi

    F A N I S A

    By

    Aku berlarian di pasir putih ini bersama Anis dan Dendy. Arloji yang menunjukkan pukul sepuluh nyata-nyata...

  • Fiksi

    Coffee…

    By

    Dengan segenap tenagaku, aku bergerak dengan tubuh lemahku karena kakiku sakit untuk berjalan. Aku menghampiri sesosok...

To Top