Connect with us

Seru dan Uniknya Festival Gravitasi Bumi Seloondo 2017

Photo by Friliya

Budaya

Seru dan Uniknya Festival Gravitasi Bumi Seloondo 2017

Festival gravitasi tahun 2017 menampilkan banyak sekali seniman diantaranya, Bahana Etnika, Doni Suwung, Sri Krishna, Rindu Dendam, Petrus Niko, Aliem Bachtiar, Bjeh Endarto, Sekar Pengawikan, Dongkrek, Reog, Penthul Melikan, Sendiko Dawuh, Ketoprak DKD Ngawi, Retno Dumilah, Condro Budoyo, Pasukan Semut Kraton Ngiyom, iringan tumpeng dari penduduk Desa Ngrayudan, dan Bonita and The Hus Band dari Jakarta.

Hari kedua festival gravitasi di Seloondo digelar (Minggu 27 Agustus 2017). Festival gravitasi baru diadakan dua kali sejak gelaran acara yang sama di tahun sebelumnya. Tiba-tiba menjadi magnit bagi para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Seni kejadian berdampak ini tercipta dari adanya kebutuhan dinamisi kebudayaan.

Sejak 2015 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Seloondo, Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi terus mengikuti pelatihan pariwisata, dan melakukan gerakan perbaikan desa, tentu saja mendapat dukungan penuh dari Kepala desa Ngrayudan. Mulanya Seloondo hanya dijadikan bumi perkemahan, sudah ada bangunan warung namun belum sebagus saat ini. Terbentuknya Pokdarwis Desa Ngrayudan membawa perubahan drastis untuk Seloondo, yang awalnya hanya bumi perkemahan sekarang disulap menjadi tempat wisata yang indah. Menawarkan tujuh destinasi wisata dalam satu desa, menyediakan homestay yang nyaman dengan suasana pedesaan karena memang letak geografisnya di lereng gunung Lawu.

Numpuk Watu – Photo by Friliya

Festival gravitasi tahun 2017 menampilkan banyak sekali seniman diantaranya, Bahana Etnika, Doni Suwung, Sri Krishna, Rindu Dendam, Petrus Niko, Aliem Bachtiar, Bjeh Endarto, Sekar Pengawikan, Dongkrek, Reog, Penthul Melikan, Sendiko Dawuh, Ketoprak DKD Ngawi, Retno Dumilah, Condro Budoyo, Pasukan Semut Kraton Ngiyom, iringan tumpeng dari penduduk Desa Ngrayudan, dan Bonita and The Hus Band dari Jakarta. Minggu pagi (27/8/17) penduduk Desa Ngrayudan sudah berbondong-bondong membawa tumpeng ke area hutan pinus.

Bapak wakil Bupati, Ony Anwar sangat mengapresiasi acara tersebut. Beliau hadir sejak pagi di acara festival gravitasi, menyaksikan pawai arak tumpeng dari kantor Desa ke Seloondo yang diarak oleh Sekar Pangawikan (dari Jogja), Sendiko Dawuh (dari Kraton Solo), Penthul Melikan (dari Ngawi), Dongkrek (dari Madiun), Reog (dari Ponorogo). Di depan banyaknya tumpeng, Bapak Wakil Bupati, Kepala Desa, dan Zainul Thohar (perwakilan Pokdarwis Desa Ngrayudan) nampak duduk bersila dan memberikan sambutan.

Bancakan Ratusan Tumpeng – Photo by Friliya

“Terima Kasih kepada para seniman dari seluruh Indonesia, Dispariyapura, dan kepada semua yang terlibat menyukseskan acara in hingga kemarin festival Gravitasi tercatat dalam Buku Rekor Indonesia kategori rekor unik dan kolosal, luar biasa Ngawi bisa punya acara semegah ini” Terang Zainul Thohar mewakili Pokdarwis Desa Ngrayudan.

Sebelum tumpeng dibagikan kepada seluruh pengunjung yang hadir, sesepuh Desa, Mbah Sakat membacakan harapan dan do’a untuk Desa Ngrayudan. Pemotongan tumpeng secara simbolis dilakukan oleh Bapak Wakil Bupati Ony Anwar dan Bapak Kepala Desa.

“Ini adalah hasil dari sedekah bumi masyarakat Desa Ngrayudan sebagai ucapan rasa syukur dan bahagia kami atas diresmikannya Ngrayudan sebagai Desa Wisata dan Festival Gravitasi Bumi” terang bapak Kepala Desa.

Setelah Pak Ony mengawali pemotongan tumpeng, dibantu masyarakat setempat ratusan tumpeng dibagikan gratis kepada semua yang hadir. Sayapun juga kebagian menikmati hasl bumi masyarakat Desa Ngrayudan. Acara makan bersama semakin mempererat persaudaraan. Entah kenal atau baru kenalan, makan bersama ini tentunya meninggalkan kesan di hati para pengunjung. Semua tertib dan tidak meninggalkan sampah, keberadaan Pasukan Semut dalam acara tersebut benar-benar sangat membatu.

Kesenian Reog menjadi tontonan pengiring acara susun batu di sungai. Dari berbagai kalangan dan usia para pengunjung antusias menyusun batu. Di sepanjang sungai terliahat susuan batu terjejer rapi dan unik. Mengandalkan kepekaan rasa dan keseimbangan. Bahkan ada salah satu batu yang tidak disusun ke atas melainkan ke samping, menyebrangi sungai yang diapit dua batu besar.

Penampilan Artis Ibukota – Photo by Friliya

Kembali menjadi magnit bagi seluruh pengunjung ketika Pak Bayu Wardana memulai aksinya melukis on the spot bersamaan dengan penampilan memukau dari Rindu Dendam (Ngawi), Sri Krisna and Friend (Jogja), Doni Suwung (Jogja), dan tak kalah special ada penampila dari Bonita and the Husband (Jakarta). Meski acara puncak festival gravitasi telah berakhir namun pengembangan pariwisata oleh Pokdarwis Desa Ngrayudan belum berakhir. Merubah quotes sebelumnya, yang menamai Ngrayudan sebagai surga yang tersembunyi di Jawa (The Hidden paradise of Java) kini menjadi surga yang bisa disaksikan banyak orang. Potensi pariwisata di Desa Ngrayudan akan terus dikembangkan hingga nanti.

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

#BocahTritikan Ngawi - Jawa Timur, INDONESIA

Click to comment

More in Budaya

To Top