Connect with us

Turah Tanpa Sisa

Photo by Yudha at Blitz

Film

Turah Tanpa Sisa

Kemiskinan adalah perpaduan warna yang membentuk film ini. Menjelma menjadi rumah-rumah reot, wajah-wajah kotor, pemakaman tanpa nama dan tambak yang menjadi surga bermain bocah sekaligus tempat buang bayi yang tak diharapkan hadir di bumi.

Ini bukan film yang terinspirasi dari akun gosip yang adminnya menyebut dirinya minceu itu. Film ini berkisah tentang kehidupan sebuah kampung bernama Tirang di Tegal dengan belasan keluarga yang terisolir di kawasan pinggir laut yang tidak ada listrik, tidak ada air bersih dan tidak ada pemerintah. Sebagai film based on set, kampung ini benar-benar ada di Tegal yang kemudian diciptakan karakter yang hidup di dalamnya.

Warga yang tinggal di kampung ini rela menjadi buruh dengan bayaran berupa sedekah yang tak seberapa nilainya hanya untuk menumpang tinggal di atas tanah juragan Darso.

Kemiskinan adalah perpaduan warna yang membentuk film ini. Menjelma menjadi rumah-rumah reot, wajah-wajah kotor, pemakaman tanpa nama dan tambak yang menjadi surga bermain bocah sekaligus tempat buang bayi yang tak diharapkan hadir di bumi.

Konflik mulai muncul ketika Jadag, warga kampung yang pemabuk, penjudi, dan suka main perempuan namun kritis mulai meneriakkan ketidakadilan yang menggrogoti tubuh kurusnya selama belasan tahun. Dialog panjang berisi kemarahan dan pisuhan melesat bertubi-tubi dari mulutnya yang bau arak.

“Kerja belasan tahun ming cukup dinggo mbadok,” kata Jadag dengan bahasa ngapak mencoba mempengaruhi Turah agar mendukung ide gagasannya.

Lalu dimana Turah? Seperti namanya yang bermakna “sisa”, Turah dalam film ini hanyalah sisa-sisa kesabaran dan ketabahan yang hanya berguna bagi dirinya sendiri dan tentu tak dimiliki Jadag. Turah hanya hadir sebagai pemberi tanda dan makna. Karena film ini adalah film tentang Jadag.

Continue Reading
Advertisement

Hidup Yudha - Mari Bercerita

1 Comment
  • Rudi

    Ternyata ada yang memang belum merdeka, melihat film ini seperti penjajahan hak hidup.

More in Film

To Top