Connect with us

Yen Ra Iso Dijawil Yo Dijotos Wae

Photo : Google

Kehidupan

Yen Ra Iso Dijawil Yo Dijotos Wae

Yen Ra Iso Dijawil Yo Dijotos Wae. Pagi ini, ketika saya menyampaikan sesuatu kepada salah satu daftar dalam chat WhatsApp, kalimat ini serasa menjadi sebuah perwakilan yang nyata.

Gelem dijawil? (Mau dicolek)?

Ketika salah satu media sosial dulu memberikan satu fitur menarik bernama “poke” atau bisa diartikan dengan men”jawil” sepertinya agak sedikit gagal diterima oleh para penggunanya. Dan benar, tidak berlangsung lama, fitur ini ya hanya sebagai pemanis belaka, meskipun aslinya juga gak manis.

Ibarat jika kita mencoba untuk mengajak sebuah gerombolan untuk berbuat kebaikan, sering dijawil kadang – kadang tidak pernah tahu apa artinya. Tidak merasa bahwa itu sebuah “jawilan” atau colekan atau ajakan untuk bersama – sama untuk berbuat.

Yen Ra Iso Dijawil Yo Dijotos Wae. Pagi ini, ketika saya menyampaikan sesuatu kepada salah satu daftar dalam chat WhatsApp, kalimat ini serasa menjadi sebuah perwakilan yang nyata. Seketika memang ini sebuah tindakan yang sak karepe dewe, tapi “Dijotos” di sini adalah sebuah ungkapan pen”jawilan” yang lebih keras, artinya mengajak dengan lebih, atau sebegitu juga ditinggalkan saja dan mengajak yang lain.

Ketika kita berupaya untuk melakukan sebuah sinergi, mengawali dengan berbagai cara untuk terus berbakti dan mengabdi, namun kadang semua itu masih belum bisa menjadi sebuah makna bagi sebagian lainnya yang kalau kata temen saya ini “Gak Gaduk” (tidak se-frekuensi).

Saya sepaham dengannya ketika ada ungkapan bahwa kebanyakan jika orang – orang itu tidak punya passion atau mimpi, akan menjadi ngah ngoh (istilah saya banyak yang nDeso). Bisanya hanya menjadi tim hore dan tidak bisa lebih produktif meskipun sebenarnya mereka ini adalah orang – orang yang kreatif.

Kreatif, namun tidak mampu untuk produktif = tim hore.

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

#DulurSaklawase KampoengSmuda, Terus Mencoba Bermanfaat dengan segala keterbatasan.

Click to comment

More in Kehidupan

To Top