Connect with us

Ashari Yudha, 5 Bulan Keliling Indonesia

Bertemu dengan mas Yudha dan teman - teman di Solo. Foto-Dok. Pribadi

Kehidupan

Ashari Yudha, 5 Bulan Keliling Indonesia

Bukan Karena dia kaya raya lantas berkeliling Indonesia, Mas Yudha memulai langkahnya dengan sedikit uang dan perbekalan seadanya.

Indonesia yang kaya akan pulau, suku, adat, dan budaya, tentunya membuat banyak orang ingin mengexplore keberagaman dan keindahannya. Mulai dari Sabang hingga Merauke, banyak sekali tempat menarik dan hal menarik lainnya untuk dikunjungi. Banyak destinasi pariwisata Indonesia yang bahkan sudah mendunia seperti Bali, Jogja, Jakarta, Pulo Cinta, Raja Ampat, dan sebagainya. Bahkan wisatawan dari luar Negeripun berbondong-bondong ke Indonesia untuk menyaksikan keberagaman Indonesia. Lalu bagaimana dengan kita? Sudah seberapa banyak kita mengexplore destinasi pariwisata di Negeri sendiri?

Malam Minggu kemarin (02/12/2017) saya berkesempatan menemui Mas Ashari Yudha dan teman-teman traveller lainnya. Mas Ashari Yudha adalah satu dari banyak orang yang sudah mengelilingi 34 provinsi di Indonesia. Dia melakukan perjalanan tersebut sekitar 5 bulan. Selepas perjalanan ekstrem tersebut, Mas Yudha jadi sering diundang di stasiun TV sebagai bintang tamu dan sering menjadi narasumber seputar dunia traveling di berbagai acara.

Capture Dokumentasi NET.TV – Google

Bukan Karena dia kaya raya lantas berkeliling Indonesia, Mas Yudha memulai langkahnya dengan sedikit uang dan perbekalan seadanya. Untuk bertahan hidup di perjalanan dia menawarkan diri menjadi supir pengganti supir truk atau sopir mobil yang kelelahan nyetir. Atau juga menawarkan diri sebagai tour guide, servis laptop, dan menumpang truk atau kendaraan lain untuk menekan pengeluaran, tentunya kendaran tersebut yang serah dengan tujuannya. Berbaur dengan warga sekitar, tak jarang Mas Yudha ditawari menginap di rumah warga. Kalau pas tidak ada tempat yang layak untuk menginap, dia bisa tidur di manapun yang penting dia bisa melanjutkan misi untuk berkeliling Indonesia.

Niat Mas Yudha keliling Indonesia berawal dari pesan almarhum Ayahnya sebelum meninggal. Ayahnya berpesan agar kelak Mas Yudha menjadi pengusaha dan menjaga sang Ibu, serta almarhum Ayahnya juga berpesan agar Mas Yudha jangan hanya berlindung di bawah ketiak ibu. Almarhum menyarankan agar Mas Yudha berkeliling dan melihat Indonesia karena banyak pelajaran berharga dari perjalanan yang tidak bisa didapat di bangku sekolah manapun, demikian pesan sang Ayah sebelum akhirnya meninggal.

Mungkin darah petualang dari ayahnya sudah benar-benar menurun ke Mas Yudha, karena dulu ayahnya adalah seorang perantau dan hidup berpindah pindah. Dari situlah Mas Yudha nekat melakukan extreme backpacker, istilah untuk seorang yang nekat melakukan perjalanan tanpa membawa banyak uang. Saya sendiri mengenal Mas Yudha dari media sosial instagramnya @catatanbackpacker. Kurang lebih satu tahun lalu saya mulai mengikuti instagram Mas Yudha. Membaca cerita di tiap foto di instagramnya, menurut saya, ceritanya sangat informatif dan membuat saya makin bersemangat untuk mengikuti jejak Mas Yudha berkeliling Indonesia, meski dengan cara yang berbeda, karena terlalu beresiko bila saya ikut-ikutan extreme backpacker seperti dia, terlebih saya seorang wanita.

Dokumentasi Yudha

Dari awal saya tau kalau Mas Yudha tengah berada di Solo dan kebetulan saya ada rencana ke Jogja untuk menemui teman-teman yang ada di sana. Berniat mampir Solo hanya sekedar bertemu sebentar dan ngobrol dengan Mas Yudha. Saat sudah di perjalanan menuju Solo dan Jogja saya mendapat kabar bahwa teman-teman yang ada di Jogja mendadak ada acara lain di Semarang, akhirnya saya memutuskan hanya ke Solo menemui Mas Yudha.

Hikmahnya, saya jadi punya lebih banyak waktu untuk ngobrol dengannya. Kita janjian bertemu di warung sate kambing “Mbok Galak” yang ada di Solo, konon warung tersebut terkenal tidak pernah sepi pembeli karena cita rasa sate kambingnyayang enak. Saya penasaran dan mencoba menu sate kambing, Mas Yudha ingin memesan sate Buntal, sayangnya kehabisan, lalu dia memesan sup Tengkleng.

Di Solo Mas Yudha ditemani timnya yaitu, Dendy, Riri dan Kinan, saya berkenalan dengan mereka semua dan kitapun larut dalam obrolan. Karena pada dasarnya mereka semua supel, begitupun dengan Mas Yudha yang notabenenya selebgram, saya tidak menyangka sama sekali kalau Mas Yudha menyambut kedatangan saya dengan baik.

Saya tak heran bila memang warung sate “Mbok Galak” ini tidak pernah sepi pengunjung, rasanya benar-benar enak. Sangat recommended. Satu porsi sate kambing dibanderol dengan harga Rp.40.000,-. Selesai makan, kita semua kembali ke hotel tempat tim Mas Yudha menginap, saya numpang istirahat dan sholat maghrib di kamar Riri dan Kinan, dan kita sepakat untuk ngangkring selepas isya’, semakin malam teman-teman Mas Yudha makin bertambah yang awalnya kita berlima jadi bertujuh ditambah Yoga dan Ramzi yang kuliah di UNS Solo.

Ngobrol santai ditemani “Wedang Ronde” hangat, kita semua saling berbagi cerita terutama Mas Yudha yang berbagi pengalaman saat keliling Indonesia. Kesempatan seperti inilah yang membuat saya dari Ngawi rela jauh-jauh ke Solo. Banyak pengalaman unik yang dibagikan teman-teman, seperti saat Kinan yang jalan di suatu daerah dan melaksanakan sholat tiba-tiba diganggu makhluk halus, dan pengalaman Mas Yudha yang ingin mencicipi menu hasil prosesi adat penduduk Papua (bakar batu) namun sayangnya tidak bisa (Mas Yudha seorang muslim dan dalam proses bakar batu terdapat daging Babi yang diolah), meski ada sayuran namun menurut Mas Yudha sayuran tersebut sudah berbaur dengan daging Babi.

Di akhir pembicaraan, saya meminta tips agar passion keluyuran ini bisa menghasilkan uang, ternyata kuncinya ada di tekat, semangat, dan membagikan cerita lewat tulisan. Bertemu Mas Yudha dan teman-teman lain rasanya seperti saya mendapatkan suntikan semangat untuk berkeliling Indonesia, dan akhirnya saya harus pamit pulang.

Dengan semangat Mas Yudha berkata kepada saya “Sampai jumpa di lain kesempatan, kita pasti bertemu lagi.”

Iya, sayapun yakin kita akan kembali bertemu kalau masing-masing dari kita terus melakukan perjalanan. Terima kasih Mas Yudha dan teman-teman semua yang telah berbagi pengalaman serta ilmu kepada saya, selamat melanjutkan perjalanan.

#BocahTritikan Ngawi - Jawa Timur, INDONESIA

Click to comment

More in Kehidupan

To Top