Connect with us

Festival Durian Karanggupito, Hoax yang Membanggakan

Sumber Foto : Banyu Biru

Liburan

Festival Durian Karanggupito, Hoax yang Membanggakan

Untuk kamu yang dateng ke Festival Durian Karanggupito Ngawi kemarin toss dulu lah, berarti kita se alumni. Kayak 212, bolehlah kita punya ikatan keseragaman. Karena kecintaan kita pada durian telah mengantarkan kita pada ketergerakan hati untuk berangkat berjuang menempuh lautan manusia sesama penggemar durian untuk ‘memperebutkan’ sensasi makan durian yang difestivalkan.

Sekilas dulu saya skip ya, untuk yang belum berkesempatan ke festival kemarin inti dari agendanya itu peresmian Argo Munung sebagai lokasi wisata bersamaan dengan penghargaan Bupati Award 2017 ke insan-insan yang sudah berkontribusi banyak ke Ngawi (apa saja nominasinya, ntar deh akan diulas di tulisan selanjutnya, insha Allah), dan yang terheboh itu festival duriannya- mulai dari dijualnya durian dan aneka olahan durian, disisipi juga hasil alam yang lain.

Rame gak? Macet banget – padat merayap. Ribuan pengunjung yang telah menyengaja datang ke sana. Rerata tujuannya satu – bisa menikmati durian sepuasnya. Maka wajar kalau saya di awal tulisan mengajak untuk membentuk alumni festival durian karanggupito. Biar ada kesan dan rasa senasib seperjuangan yang terus dilestarikan. (Halah, hehehe).

Yang akan kita bincang bukan perihal ini. Tapi tentang merebaknya informasi hoax yang telah sukses memberi pengaruh kepada masyarakat untuk berkunjung ke lokasi. Tapi seperti di judul saya, hoax-hoax yang membanggakan. Karena pasalnya, akibat hoax itulah festival jadi padat lautan manusia.

Hoax pertama yang beredar, pengunjung hanya mengeluarkan biaya masuk sebesar 50k per orang dan bisa menikmati durian sepuasnya. Tapi faktanya – setelah diklarifikasikan ke panitia, tidak demikian. Klarifikasi yang diperoleh, biaya masuk gratis, pengunjung bisa membeli durian serta olahannya di bawah harga standar. Hanya saja belum berani menyebut itu hoax kedua atau tidak, yang jelas harga durian di lokasi festival dikatrol menuju harga yang jauh lebih mahal daripada harga pasaran. Pun juga dengan olahan durian.

Meski harusnya saya prihatin karena perkembangan informasi hoax yang begitu agungnya, di lain sisi saya bangga. Karena Ngawi jarang-jarang bisa menyelenggarakan festival serupa yang bisa mendatangkan ribuan pengunjung seperti kemarin (di luar festival Ngawi Inbox SCTV ya).

Selanjutnya yang menjadi masukan adalah panitia di festival selanjutnya mulai mengcounter hoax-hoax yang bakal beredar dan mengimbanginya dengan sikap dan ketegasan ke peserta festival (red : penjual agar harga jual tetap berada di bawah garis kesepakatan awal antar panitia dan peserta). Agar untuk selanjutnya yang menjadi kebanggaan akan datangnya ribuan pengunjung bukan karena info hoax yang beredar tapi karena daya jual yang ditawarkan oleh penyelenggara. Sukses dan selamat untuk rekan-rekan penyelenggara.

Erna, yang masih menaruh rasa di kampung halamannya.

Kamu bukanlah Tuhan. Di mana penamu belum terangkat, tintamu belum kering, di sanalah suara hidup harus kamu bahasakan. Karena tinta dan pena adalah bahasa.

Click to comment

More in Liburan

To Top