Connect with us

Gak Sengaja ke Bali

Photo - Dok. Pribadi

Perjalanan

Gak Sengaja ke Bali

Ini absurd sebenarnya, bertahun tahun saya pengen ke Bali. Sekalinya berangkat malah dengan cara yang tidak sengaja dan banyak pengalaman seru yang belum pernah saya rasakan di perjalanan sebelumnya. Ketidaksengajaan itu bermula saat saya selesai sidang tugas akhir D3 Kebidanan di salah satu kampus di Jombang 2013 lalu. Meski harus mempresentasikan tugas akhir dengan duduk, belum kuat berdiri pasca operasi namun tugas yang bikin susah tidur akhirnya kelar juga.

Iya, sebelumnya saya memang operasi, memasuki bab 5 tugas akhir, malah tumbang karena penyakit infeksi usus yang saya derita. Hanya mahasiswa dengan kantong pas pasan, kuliah mengandalkan beasiswa, mendengar keputusan dokter kalau saya harus operasi dengan biaya yang tidak bisa dibilang sedikit, tentu saja shock. Belum berani memberi kabar kepada orang tua, yang saya lakukan pertama kali adalah berusaha cari biaya operasi. Beasiswa cair masih semester akhir, tidak bisa diandalkan untuk biaya, saya cari cara lain.

Kembali membuka pesanan buku paket kesehatan, lumayan banyak yang pesan. Dalam keadaan sakit saya berangkat sendiri ke Surabaya untuk mengambil buku pesanan. Laba kurang dari sejuta, masih kurang banyak. Konsultasi terkait sakit kepada pembimbing, salah satu pembimbing angkat tangan, beliau menyatakan saya tidak bisa lulus karena sakit, harus mengulang tahun depan. Namun saya memaksa agar bersedia membimbing, menyelesaikan tugas akhir agar lulus di tahun itu. Saya kembali konsul dengan pihak ka.Prodi kebidanan dan yayasan. Alhamdulillah mendapatkan solusi, semua biaya operasi ditanggung oleh pihak ka.prodi dan yayasan, barakallah. Tak ingin menunggu lama saya langsung ke RS untuk opname dan operasi, saat itu barulah orang tua dapat kabar. Operasi memang tak berjalan lama, hanya saja saya teler seharian, akibat pengaruh obat bius.

Merasa sudah sadar (meski belum bisa berjalan) saya memaksa teman-teman kos agar membawakan buku serta laptop, berniat mengerjakan tugas akhir di rumah sakit. Keluar dari rumah sakit, saya kembali mengajukan tugas akhir dan konsul dengan pembimbing, meski dengan geleng – geleng kepala akhirnya pembimbing luluh dan mau membimbing kembali hingga sidang. Nikmat Alloh tiada tara, saya dinyatakan lulus, di sisi lain saya juga dapat tawaran tiket ke Bali tiga hari bersama teman-teman Forum Lingkar Pena se-Indonesia.

Penat dengan perjuangan yang berat, saya memutuskan untuk piknik ke Bali. Sempat ketinggalan kereta menuju Surabaya, BT sudah pasti tapi selalu ada hikmah dibalik tragedi. Melanjutkan perjalanan ke terminal Jombang, dan setelah sampai terminal, ternyata kamera dan beberapa barang lain ketinggalan. Kembali ke kost dengan naik becak motor, dan ke terminal lagi dengan becak motor yang sama. Sebelumnya saya sudah janjian dengan rombongan FLP (Forum Lingkar Pena) Pamekasan atau Bangkalan (saya lupa) di terminal Bungurasih Surabaya. Ternyata saya yang lebih dulu sampai di terminal dan masih harus menunggu rombongan lain lumayan lama. Misal jadi naik kereta, mungkin akan menunggu lebih lama lagi, ya inilah hikmah di balik tragedi.

Setelah bertemu rombongan, kami berkenalan satu sama lain. Melanjutkan perjalanan ke Bali bersama Taufiq, Nurina dan Umam , naik bus menuju Bali lewat pelabuhan Banyuwangi. Semalaman berada di bus, dan saat melewati selat Bali, rasanya sangat disayagkan bila tidur. Pemandangan malam selat Bali, luar biasa indah, didukung dengan kapal very yang nyaman. Ini mimpi saya sejak masih SD, pergi ke Bali, meski banyak behind the scene tidak mengenakan akhirnya saya dapat menginjakkan kaki di pulau Dewata Bali. Kami sampai di terminal Bali sekitar pukul 09.00 WITA, sudah selisis satu jam. Kami berempat menunggu jemputan dari panitia di terminal. Sambil menunggu tentu saja sambil mengabadikan moment pertama berada di Bali.

Tak berapa lama kami sudah mendapati panitia yang menjemput, melanjutkan perjalanan menuju hotel. Saya dan teman-teman lain tinggal di salah satu hotel di jalan Jenggala, Kuta, Bali. Meski acaranya musyawarah tapi tetap disempatkan jalan-jalan, panitia mengajak semua peserta ke pantai Kuta dengan berjalan kaki. Awalnya memang saya berjalan bersama rombongan namun saat pulang menuju hotel, saya kehilangan jejak dan masuk ke gang-gang kecil di sekitar jalan Jenggala, sempat dikejar anjing dan minta tolong warga sekitar. Memang secara formal bisa dikatakan kesasar tapi kalau kata saya ini adalah explore. Kenikmatan seorang traveler adalah saat tersesat, jangan panik, kenali lebih dekat daerah yang kamu lewati, dan perhatikan apa yang ada disekitarmu, itu mengubah tersesatmu menjadi explore yang menyenangkan. Tak lama setelah tragedi dikejar anjing saya berhasil kembali ke hotel.

Banyak mendapat teman baru, terutama teman satu kamar (Asfi dan Rita) mereka dari Makasar, dan uniknya tanpa disengaja kita bertiga mengenakan kalung yang sama, kalung huruf awal dari nama kita masing-masing. Sampai sekarang komunikasi dengan Asfi dan Rita masih terjaga, itu pengalaman ketidaksengajaan saya pergi ke Bali. Berpisah dengan Nurina, Taufiq dan Umam Yang masih ingin beberapa hari tinggal di Bali, saya memutuskan pulang lebih dulu dengan rombongan FLP Sidoarjo.

Sebenarnya masih ingin beberapa hari lagi di Bali bersama Nurina dan kawan lain, tapi esok harinya sudah ada jadwal yudisium. Perjalanan pulang naik elf, takut mabuk darat saya memutuskan minum obat. Dan saat elf melewati hutan, tanpa sengaja pintu bagasi elf terbuka, beberapa tas jatuh entah kemana. Elf berhenti, sejauh mata memandang hanya ada hutan. Awalnya semua panik namun ada beberapa orang baik mengantarkan tas kami yang terjatuh, Alhamdulillah perjalanan dapat dilanjutkan.

Sebelum kami berpencar dan pulang ke daerah masing-masing, kami memutuskan untuk mampir di salah satu pusat oleh-oleh di Bali. Saya membeli ikat kepala khas Bali (Udeng) saking girangnya, saya mengenakan ikat kepala tersebut mulai dari Bali hingga sampai tujuan di Jombang. Kuncinya jangan kapok dengan berbagai tragedi di perjalanan atau kamu hanya akan berdiam diri di rumah tanpa tau Indonesia lebih luas. Selamat berjalan, dan menemukan tragedi di perjalananmu.

#BocahTritikan Ngawi - Jawa Timur, INDONESIA

1 Comment
  • AviCk’z

    MantaPPP

More in Perjalanan

To Top