Connect with us

Jalan Juang Mamagram

Photo - Erka

Kehidupan

Jalan Juang Mamagram

Tidak menyoal tentang niat dari individu mama-mama tersebut. Tapi tentang bagaimana aktivitas tersebut menjadi rutinitas dan kebermanfaat yang bahkan bisa jadi sebagai kebaikan jariyah.

Jangan bilang menjadi mamagram itu gampang. Berat dan susah, asli. Bagaimana tidak, di sela riweuhnya dampingi si kecil, nuntasin tugas-tugas rumah tangga, belum lagi kalau sang Mama adalah seorang pekerja. Hidupnya akan terkejar oleh deadline dan tanggungjawab moral yang memang ia sendiri ciptakan. Meski tidak semua, terlebih untuk yang sudah enjoy menikmati kegiatan tersebut apalagi sudah menjadikannya sebagai hobi.

Iya, mamagram. Aktivitas kekiniannya ibu-ibu untuk memosting tips-tips perihal pengasuhan, perawatan, pendidikan dan sebagainya tentang anaknya di akun instagram/media sosial lain.

Tidak menyoal tentang niat dari individu mama-mama tersebut. Tapi tentang bagaimana aktivitas tersebut menjadi rutinitas dan kebermanfaat yang bahkan bisa jadi sebagai kebaikan jariyah.

Terbayangkan, sekali saja ia memberikan tutorial atau tips perihal mencuci pakaian bayi (misal) lantas tips tersebut menginspirasi Moms yang lain, diajarkan ke yang lain lagi – begitu seterusnya. Menarik kan? Iya lah, banget. Bukan hanya menarik tapi bermanfaat.

Di balik kebermanfaatan yang ingin dibagikan kepada sesama, ada perjuangan tangguh yang dilalui oleh mama tersebut. Sepertihalnya yang dicatut di awal bahasan, ia mengajak pribadinya untuk berkomitmen membantu dan memberi makna. Maka setelah ada komitmen, pengorbanan yang harus ia lakukan pun akan tidak terasa. Mengorbankan waktu istirahatnya untuk ‘sekedar’ jeprat-jepret gambar dan ketak-ketik caption keterangan. Orang yang nyimak ada juga tentunya yang bilang itu hal ‘mudah’ atau sekedar saja. But, trust me! Untuk mengunggah satu postingan tips/tutorial saja mereka menaklukkan banyak rintangan dan melawan beragam tantangan. (Duhh, maaf ini bahasa mulai berlebih, tapi fakta sebagian besarnya demikian).

Bagi yang sudah menginternalisasikannya ke dalam sebuah hobi, hal demikian adalah menyenangkan. Se-menyenangkan apapun tetap ia menghadapi sebuah kondisi yang menantang. Inilah point yang saya sebut berjuang.

Jadi marilah kita mulai mengapresiasi rekan, teman atau saudara yang menetapkan pilihan menjadi Mamagram. Itu jalan kontribusi mereka, itu usaha mereka untuk menebar kebermanfaat. Tugas kita menghargai, menghargai jalan juang para Mamagram. Bagus lagi kalau bisa ikutan. Makin rame, makin menyenangkan, bukan?

Manfaatlah kita untuk sesama.

Kamu bukanlah Tuhan. Di mana penamu belum terangkat, tintamu belum kering, di sanalah suara hidup harus kamu bahasakan. Karena tinta dan pena adalah bahasa.

Click to comment

More in Kehidupan

To Top