Connect with us

Kalau Ngawi Moratorium PNS Lagi

Opini

Kalau Ngawi Moratorium PNS Lagi

Tidak perlu menghakimi mana yang baik dan kurang baik, siapa yang tepat dan tidak tepat. Karena ini adalah kebebasan ranah pilihan. Memilih untuk keberlangsungan hidup itu juga hak. Mari kita hargai.

Menjadi Pegawai Negeri Sipil itu artinya menjadi abdi negara, mereka yang menyumbangkan segenap jiwa dan raga di jalan kontribusi pengabdian pada negara. Abdi yang dapat juga didefinisikan sebagai pelayan, abdi negara adalah mereka yang berkomitmen menjadi pelayan negara.

Secara logika dasar, menjadi pelayan itu adalah pihak yang di bawah, ada pihak atas yang harus ia layani. Warga negara itulah objek pelayanan. Tapi karena asas keamanan finansial dan rendahnya resiko kerja serta jaminan/tunjangan hidup menjadi magnit tersendiri bagi sebagian orang untuk tetap memilih PNS sebagai satu profesi.

Tidak perlu menghakimi mana yang baik dan kurang baik, siapa yang tepat dan tidak tepat. Karena ini adalah kebebasan ranah pilihan. Memilih untuk keberlangsungan hidup itu juga hak. Mari kita hargai.

Kembali pada substansi yang hendak kita bincang pada tulisan ini, tentang respon atas penjelasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur bahwa di tahun 2018 akan dibuka penerimaan CPNS daerah secara nasional. Maka hal tersebut tentulah menjadi angin segar bagi generasi muda yang bercita untuk memberikan kontribusi pembangunan pada daerah pun daerah asal melalui jalur pengabdian negara semisal CPNS.

Asman Abnur juga memberikan penjelasan kepada publik bahwa penerimaan CPNS akan disesuaikan dengan usulan bupati dan gubernur sesuai dengan kompetensi bidang apa saja yang ingin dikembangkan di daerah. Tantangan dan tugas lanjutan yang dititip-bebankan kepada Pemerintah Daerah dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) adalah untuk mengkaji secara benar terkait usulan formasi yang dibutuhkan.

Lantas bagaimana dengan Ngawi? Tentu saja peminatan para generasi baru sama seperti di daerah-daerah lain. Setelah sekian waktu menempuh pendidikan, ilmu, nilai dan keterampilan sampai ia berkompetensi dan siap berkompetisi, mereka ingin kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi dan persembahan terbaiknya dalam rangka pembangunan daerah. Namun gayung tidaklah tersambut, bara harapan yang mereka kobarkan seolah padam tersiram. Sebagaimana publik mengetahui bahwa salah satu syarat yang akan diterapkan dalam penerimaan CPNS daerah secara nasional 2018 yakni Pemerintah Daerah belanja pegawainya tidak boleh lebih dari 50 persen. Sedang Ngawi mencapai di tingkat 60 persen.

Pasrah dan menyerah? Jangan! Sebagai kalangan berkompetensi, kalian tengah menghadapi tantangan. Tantangan untuk memberikan solusi terbaik atas kondisi Ngawi yang demikian, meski belum/tidak melalui jalur dalam birokrasi dengan menjadi PNS masih ada banyak jalan untuk menyumbang bhakti. Perkara kompetensi yang sudah dimiliki, naikkanlah – ini adalah peluang lebar untuk meningkatkan derajat kualitas kalian. Karena tidaklah berarti dengan Ngawi yang moratorium PNS lagi mimpi kontribusi dan kapasitasmu lantas mati.

November 2017

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

Kamu bukanlah Tuhan. Di mana penamu belum terangkat, tintamu belum kering, di sanalah suara hidup harus kamu bahasakan. Karena tinta dan pena adalah bahasa.

Click to comment

More in Opini

To Top