Connect with us

Meriahnya acara Grebeg Suro Di Ponorogo

Photo by Friliya

Budaya

Meriahnya acara Grebeg Suro Di Ponorogo

Bila anda pernah berkunjung ke ponorogo, anda akan disambut dengan gapura reyog dan penari atau biasa disebut jathil yang bertuliskan “Ponorogo”. Bukan hanya itu, anda juga akan sering menemukan gapura dengan bentuk reyog di berbagai tempat.

Perhelatan akbar ini sudah dmulai sejak 12 September lalu dan berakhir pada hari ini 21 September 2017. Kemeriahan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak termasuk Pesona Indonesia. Sebanyak 56 grup reyog mini dan dewasa ditampilkan dalam acara tersebut. Grup reyog yang berasal dari ponorogo dan seluruh Indonesia ini menujukan kebolehannya di panggung utama Grebeg Suro, di alun-alun Ponorogo.

Berbagai sanggar tari dari Ponorogo dan banyak penampil lainnya juga ikut jadi salah satu bagian kemeriahan acara tersebut. Acara grebeg suro menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 H kali ini berbeda dengan acara Grebeg Suro yang digelar di Ponorogo di tahun tahun sebelumnya. Lebih meriah karena dibarengkan dengan peringatan hari jadi kota Ponorogo yang ke 521 tahun. Puncak dari acara grebeg suro adalah kirab pusaka dari kota lama ke kota baru.

Acara kirab ini juga dimeriahkan oleh siswa siswi SMP-SMA di ponorogo, mereka mengenakan pakaian adat, menampilkan drumband dan lainnya. Sapto jatmiko, Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Ponorogo menerangkan, acara Grebeg Suro tahun ini agendanya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Malam pembukaan grebeg suro di alun-alun Ponorogo berlangsung sangat meriah dengan menampilkan tari tradisional, reyog dan pesta kembang api. Pagelaran reyog masih berlangsung hingga 8 hari berturut-turut. Ponorogo berusaha mempertahankan identitas sebagai kota reyog, agar tidak terjadi lagi klaim oleh Negara lain. Sebenarnya bukan hanya saat grebeg suro identitas itu dimunculkan.

Bila anda pernah berkunjung ke ponorogo, anda akan disambut dengan gapura reyog dan penari atau biasa disebut jathil yang bertuliskan “Ponorogo”. Bukan hanya itu, anda juga akan sering menemukan gapura dengan bentuk reyog di berbagai tempat.

Melihat Grebeg Suro Ponorogo – Friliya

Saya sebagai pendatang baru kota reyog ini belum sempat mengikuti rentetan agenda Grebeg Suro yang meriah. Saya hanya sempat menyaksikan acara Kirab Pusaka. Ipong Muchlisoni selaku Bupati Ponorogo saat ini turut dalam kemeriahan kirab pusaka, beserta seluruh jajaran pemerintahan kota Ponorogo. Yang menarik perhatian saya adalah, ada beberapa warga Negara asing yang menggunakan pakaian adat dan turut andil dalam acara kirab pusaka. Ternyata WNA tersebut adalah pengajar di beberapa sekolah di Ponorogo. Bupati beserta jajarannya membagikan permen dan makanan ringan kepada para warga yang menonton kirab di pinggir jalan, diarak dari kota lama menuju kota baru dengan delman hias. Meski hanya permen namun ternyata para warga antusias dan senang dengan hal tersebut.

Tepat di malam satu suro tadi malam digelar acara larung di Telaga Ngebel. Hal ini dipercaya agar kota Ponorogo terhindar dari balak dan berbagai bencana.Hinggga tanggal 21 September siang ini masih ada acara ruwatan bumi reyog di Telaga Ngebel. Dengan berakhirnya acara ruwatan maka berakhir pula kemeriahan acara Grebeg Suro Ponorogo di tahun 2017. Sederet acara budaya telah sukses digelar, mulai dari pagelaran reyog, pameran bonsai, pameran produk unggulan, pameran pusaka, pameran seni rupa, pameran fotografi, lomba keagamaan, lomba karawitan da sederet acara seru lainnya. Ponorogo masih kental dengan nuansa budaya, dan sebagainya, sepertinya saya bakalan betah tinggal di sini.

Continue Reading

#BocahTritikan Ngawi - Jawa Timur, INDONESIA

Click to comment

More in Budaya

To Top