Connect with us

Pemuda Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila

Photo : Google

Edukasi

Pemuda Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila

Ingat ! Kemajuan suatu bangsa tergantung dari pemuda suatu bangsa itu sendiri. Jika pemudanya malas dalam mengembangkan potensinya maka lambat laun bangsa itu akan mengalami kemunduran.

Mengapa Harus Pemuda?
Generasi muda memiliki posisi yang penting dan strategis karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah negara, Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents, mengatakan “a generation who will one day become our national leader”.Telah dibuktikan sejak Kongres pemuda 28 Oktober 1928 sampai saat ini bahwa peran pemuda sangat penting bagi peradapan. Begitu banyak medali-medali yang diperoleh pemuda dalam kancah internasional yang disumbangkan untuk Indonesia.

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara. Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.

Negara membutuhkan regenerasi menjadi lebih baik dari sekarang. Orangtua hanya dapat berandai-andai dan pemudalah yang bisa menjalankan cita-cita kemerdekaan. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat. Seiring dengan berkembangnya teknologi, Mayoritas pemuda mengandalkan semua hal yang serba instan, mereka cenderung bermalas-malasan. Hal ini merupakan kegiatan yang tidak baik. Bahkan hal tersebut telah menjadi kebiasaan, pemuda saat ini layaknya di ninabobokan oleh zaman. Seharusnya pemudalah yang mengemudikan zaman, bukan zaman yang mengemudikan pemuda.

Kondisi pemuda Indonesia saat ini, mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggungjawab sebagai seorang pemuda. Tataran moral, social dan akademik, pemuda tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, lebih banyak yang berorientasi pada hedonisme (berhura-hura), tidak banyak pemuda yang peka terhadap kondisi social masyarakat saat ini, dalam urusan akademik pun banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah insane akademis yang dapat memberikan pengaruh besar dalam perubahan menuju kemajuan bangsa.

Selain itu peniruan gaya hidup kebarat-baratan merupakan salah satu dampak yang kini menyerang banyak dari saudara-saudara kita yang mabuk-mabukan, terlibat di dunia malam bahkan kasus narkoba. Gaya hidup seperti inilah yang dapat merusak generasi muda. Selain itu kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya. Forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disukai oleh mahasiswa. Bila generasi muda menjadi rusak, bisa-bisa Negara kita di jajah lagi oleh bangsa lain. Sekarang sudah terlihat dengan banyaknya kekayaan bangsa indonesia yang digerogotin oleh bangsa lain di tambah hutang Indonesia kepada bangsa lain semakinbanyak.

Namun demikian, peluang menjadi manusia yang berprestasi dan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia masih sangat terbuka lebar. Sekarang tinggal tergantung kita para generasi muda. Apakah kita mau meningkatkan kualitas diri kita dengan meningkatkan kapasitas intelektual kita, kepemimpinan kita, dan moral kita. Pemuda juga harus melakukan konsolidasi atau membangun jaringan yang kuat di antara sesame pemuda, memantapkan visi kebangsaan kita, serta komitmen untuk senantiasa bekerja, bekerja, dan bekerja demi rakyat, bangsa, dan Negara.

Yang terpenting pemuda tetap menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Para generasi muda sekarang harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi di dunia, selalu mengambil sisi positif, dan meninggalkan sisi negatifnya. Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun Negara Indonesia yang mandiri, bersatu dan damai walaupun berbeda agama, suku, dan budaya, dapat berpikir Rasional, Demokratis, dan Kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di Negara kita.

Dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan persaudaraan antar agama, ras atau suku bagi semua bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa Indonesia.

Kecintaan bangsa kepada Negara harus semakin erat dan semakin tinggi rasa bangga yang tertanam pada jiwa-jiwa bangsa Indonesia terhadap Negara sendiri. Walaupun masih ada beberapa pemuda yang tidak memiliki rasa tersebut dan cenderung tidak lebih mencintai Negaranya sendiri tapi sekarang saatnya pemuda dan mahasiswa harus memiliki jiwa bangga dan cinta menjadi warga Indonesia, yang dapat di eksplore ke Negara-negara lain. Bukan hanya dalam bentuk demo yang berujung anarkis dan perusakan infastruktur atau hal-hal yang merusak citra bangsa Indonesia.

Namun dibuktikan dengan hal-hal yang positif dan nyata bahwa negara Indonesia adalah Negara cinta damai, terpelajar, dan Negara maju. Karena mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa, baik sebagai pelopor, penggerak bahkan sebagai pengambil keputusan. Mahasiswa itu mempunyai pemikiran yang kritis terhadap masalah yang ada disekitar, mengangkat realitasosial yang terjadi di masyarakat, dan bisa juga memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ingat ! Kemajuan suatu bangsa tergantung dari pemuda suatu bangsa itu sendiri. Jika pemudanya malas dalam mengembangkan potensinya maka lambat laun bangsa itu akan mengalami kemunduran. Mari kita perkokoh kembali nilai-nilai Pancasila dan Sumpah Pemuda dalam berbangsa dan bernegara untuk menggapai tujuan yang sama yaitu menjadi bangsa yang besar, bisa mencintai kebhinnekaan dan menghayati jati diri bangsa Indonesia.

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Lengan bajumu singsingkan untuk Negara
Masa yang akan datang kewajiban mu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Judul Esai : Pemuda Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila
Penulis : Ufi Febiana
Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ngawi

Continue Reading
Advertisement

Menulis adalah seperti meminum cemue, sruput enak dan bisa mengenakkan. Kreasi tiada henti dengan tulisan yang penuh inspirasi.

Click to comment

More in Edukasi

To Top