Connect with us

Rumah Sakit – Mall : Relasi Tingkat Layanan dan Orientasi Keuntungan

Gambar hanya sebagai ilustrasi

Opini

Rumah Sakit – Mall : Relasi Tingkat Layanan dan Orientasi Keuntungan

Idealnya, rumah sakit adalah lembaga penyedia layanan kesehatan. Penyedia layanan diberikan beban tanggungjawab untuk menjual layanan (services) kepada orang sakit atau keluarga sebagai pembeli.

Bukankah pembeli berhak memilih layanan yang maksimal dan mendapat layanan sebanding dengan nilai tukar yang mereka keluarkan? Karena mereka bertransaksi – jual dan beli.

Sebagian besar, di keumuman masyarakat rumah sakit juga diyakini memiliki komitmen pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Poin ini menjadi tugas penyerta.

Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.

Di samping rumah sakit, dalam penyedia layanan (services) kita meninjau Mall. Kategori pusat perbelanjaan yang secara konsep bangunan memiliki bentuk ruang tertutup, dengan suhu yang diatur dan memiliki setting lokasi semenarik serta senyaman mungkin. Pengunjung menikmati dan berdamai dengan lokasi.

Bahasan kita selanjutnya adalah tentang pelaksanaan tanggung jawab peran dan keberfungsian layanan keduanya. Bukan perbandingan yang kemudian memuarakan hasil dan komentar destruktif, tapi sebuah wacana evaluasi yang konstruktif, membangun untuk keberlanjutan layanan yang lebih baik dan semakin membaik.

Kita tahu bahwa rumah sakit dan mall mempunyai peranan yang sama dalam hal melayani, tentu yang membedakan dalam pelayanan, rumah sakit melayani kesehatan sedangkan mall pelayanan kepada jasa perbelanjaan dan refreshing.

Namun tolok pandangan kita adalah tentang kenyamanan yang diperoleh pengunjung/pembeli/penerima layanan. Tentang transaksi atau nominal yang ditukarkan adalah sama, mereka mengeluarkan jumlah tertentu untuk mendapatkan jasa tertentu. Seimbang. Di mall mereka menemukan wajah pramuniaga yang selalu menampakkan sumringahnya senyum dalam menyapa dan melayani konsumennya, namun jarang hal demikian diperoleh pembeli jasa kesehatan. Perwajahan yang terkesan jutek dan kurang ramah sering mereka jumpai.

Memanglah melayani masyarakat/umum bukan perkara simpel. Faktor kelelahan dan kondisi fisik psikis individu yang melayani sangatlah menentukan dan itu terpengaruh oleh banyak lain hal.

Selain dari itu, adakah penyebab lain seperti orientasi keuntungan kedua penyedia layanan yang berbeda? Di mana rumah sakit tidak mencari keuntungan sehingga tidak perlu berinovasi dalam keramahan sedang pusat berbelanjaan berinovasi tiada henti untuk mengejar omset bulanan. Mari kita seksamai, dan silakan beri jawab yang memang menerangi.

 

Suke Pangon, pengunjung Rumah Sakit juga Mall

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

Berorganisasi, menjalin relasi, serta membuat narasi adalah kegiatan saya sehari - hari.

Click to comment

More in Opini

To Top