Connect with us

Sang Pecinta Sejati Itu Bernama Rahwana

sketsa rahwana ramayana
Image: wattpad.com

Fiksi

Sang Pecinta Sejati Itu Bernama Rahwana

Rahwana adalah tokoh yang digambarkan antagonis dalam cerita pewayangan Ramayana. Penggambaran sebagai tokoh antagonis ini jelas di lihat dari satu sisi saja dan untuk kepentingan baik-buruk tanpa melihat latar belakang dari sebuah kejadian. Pernahkah kita mencari tahu bagaimana cerita Ramayana dilihat dari sisi rahwana?

Ibu Rahwana bernama Kaikesi, seorang putri dari raja bernama Sumali. Ayah Rahwana adalah seorang resi atau brahmana. Dari asal-usul keluarganya, Rahwana adalah anak dari dua orang dengan status sosial paling tinggi, yaitu keturunan seorang raja dan resi.

Sialnya, kedua orang tua Rahwana ini mengabaikan sebuah peringatan tentang larangan berhubungan suami-istri di waktu yang tidak tepat, sehingga lahirlah rahwana yang memiliki kepribadian setengah brahmana dan setengah raksasa. Dari awal kelahirannya, rahwana ini sudah menerima akibat dari perbuatan buruk yang bahkan bukan perbuatannya. Hidup sedikit tidak adil padanya, bahkan sejak kelahirannya di dunia.

Rahwana lahir dengan sepuluh kepala, sehingga dia mempunyai nama lain yaitu Dasamuka (sepuluh wajah). Walaupun mempunyai sosok sebagai raksasa, Rahwana muda rajin bertapa memuja Dewa Brahma selama bertahun-tahun. Karena terkesan dengan pemujaannya, Dewa Brahma pun muncul dan mengabulkan permohonan Rahwana untuk mempunyai kesaktian tak tertandingi dan unggul dari semua dewa, makluk surga, dan dari segala naga serta makhluk buas lainnya.

Setelah memperoleh kesaktian tak tertandingi, Rahwana mencari kakeknya untuk memohon ijin memimpin pasukannya guna menaklukkan Alengka. Karena kesaktian yang dimiliki Rahwana, Alengka pun berada di bawah kekuasannya. Di dalam masa pemerintahan Rahwana, Negara Alengka tumbuh menjadi negara yang sangat makmur. Rahwana pun di kenal sebagai raja yang murah hati dan sukses. Bahkan saking suksesnya, rumah paling miskin pun mempunyai kereta emas dan tidak ada kelaparan di wilayahnya.

Kesuksesan Rahwana tidak hanya sebatas di Alengka saja, dia juga berhasil menaklukkan 3 (tiga) ras, yaitu ras manusia, ras raksasa dan makluk surgawi. Rahwana pun menjadi raja dari 3 dunia, dia lalu mengadakan upacara yang layak dan diangkat sebagai Maharaja.

Apabila cerita kita berhenti di sini, maka gambaran sosok Rahwana ini adalah seorang raja yang begitu sukses, sakti dan murah hati. Tapi sekali lagi, dalam cerita pewayangan memang di tuntut menampilkan tokoh baik dan jahat. Sialnya lagi, Rahwana ini digambarkan sebagai tokoh yang jahat alias antagonis dalam cerita Ramayana. Semua itu berawal kisah cinta segitiga sang Maharaja ini.

Rahwana jatuh hati pada seorang pertapa wanita yang bernama Wedawati. Sayangnya, Wedawati menolak cinta sang maharaja ini. Namun, Rahwana adalah pribadi yang teguh dan tidak mudah menyerah sehingga terus merayu Wedawati. Rayuan Rahwana tidak berhasil, Wedawati tetap bersikukuh menolak cinta Rahwana dan memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Cinta Rahwana kepada Wedawati sudah terlanjur kuat dan tidak mudah hilang begitu saja. Bahkan sampai Wedawati terlahir kembali menjadi seorang wanita cantik bernama Shinta.

Singkat cerita, terdapat sayembara untuk mempersunting Shinta. Namun, Rahwana ini menjadi pihak yang diperlakukan tidak fair. Tidak ada pengumuman sayembara yang disampaikan ke Negara Alengka. Rahwana tidak tahu kalau ada pertarungan yang memperebutkan Shinta. Kalau jaman sekarang, Rahwana tidak mendapatkan broadcast di group WA.

Sayembara itu akhirnya dimenangkan dengan mudah oleh seorang ksatria bernama Rama. Jelas saja karena Rama tidak mendapatkan lawan yang cukup tangguh. Mengetahui hal ini, maka wajar saja Rahwana sebenarnya tidak terima. Lha wong Rahwana sudah mencintai Shinta sejak masih menjadi Wedawati kok.

Oke sampai di sini, mari kita membayangkan bagaimana perasaan Rahwana? Bagaimana kalau kamu menjadi Rahwana? Apakah nangis di pojokan sambil dengerin lagu galau, atau memilih memperjuangkan cintanya karena diperlakukan tidak adil?

Shinta dan Rama memang saling mencintai. Rama adalah lelaki yang sakti dan gagah. Siapa wanita yang tidak jatuh hati padanya. Rama ini juga mempunyai adik tiri yang tidak kalah tampan bernama Lesmana yang sudah menggap dirinya sendiri adalah pelayan bagi Rama kakaknya.

Pada suatu hari, Rama, Lesmana dan Shinta berencana berburu di tengah hutan.

Tragedi bermula saat mereka bertiga sampai di sebuah pos jaga perbatasan para raksasa yang bernama Yanasthana. Lokasi ini menjadi tempat tinggal dari seorang raksasa wanita bernama Surpanaka yang merupakan adik dari Rahwana.

Dalam versi cerita pewayangan jawa, Surpanaka ini jatuh hati dengan Lesmana dan mencoba untuk merayu Lesmana supaya mau memperistrinya. Surpanaka pun berubah wujud menjadi seorang wanita cantik. Sayangnya, Lesmana menolak segala rayuan Surpanaka. Alasannya? Bau Surpanaka terlalu amis bagi seorang wanita cantik. Sialnya lagi bagi Surpanaka, Lesmana marah karena merasa di perdaya dan melukai hidungnya serta menghancurkan pos penjagaan Yanasthana bersama kakaknya, Rama.

Oke, sampai di sini dulu. Coba bayangkan bagaimana perasaan Surpanaka. Dia terlahir sebagai wanita raksana yang jelas mempunyai wajah yang tidak cantik. Kalau cerita ini di bawa ke jaman sekarang, mungkin ceritanya jadi begini:

“Ada seorang wanita berparas jelek, jatuh cinta pada seorang pemuda tampan. Lalu wanita itu berusaha mempercantik diri dengan ke salon dan berdandan maksimal. Tapi apa yang dia dapat saat mengungkapkan cintanya kepada pemuda itu: kekerasan fisik”.

Pesan moral: jangan pakai make up terlalu tebal supaya lelakimu tidak merasa diperdaya.

Baiklah, kembali ke cerita pewayangan. Kabar penyerangan Yanasthana pun sampai ke Rahwana. Pada awalnya menteri Rahwana yang bernama Akampana menyarankan agar Rahwana mau menculik Shinta, namun niat tersebut ditolak oleh Marica yang merupakan patih kerajaan Alengka. Rahwana memilih setuju dengan Marica.

Namun, pikiran Rahwana berubah dan marah besar saat adiknya mengadu bahwa dia telah dilukai oleh Lesmana dan Rama. Kakak mana yang tidak marah melihat adik perempuannya dilukai oleh pria lain? Rahwana pun tidak tahan dan memilih rencana menteri Akampana untuk menculik Shinta sekaligus untuk membalas perlakuan yang diterima adiknya.

Cinta memang gila, apalagi ditambah kemarahan yang ada. Rahwana pun hilang kendali. Abaikan pepatah bahwa cinta tak harus memiliki, Shinta harus direbut  segera.

Proses “penjemputan” Shinta ini terjadi di hutan Dandaka. Rahwana dibantu Marica bergerak menuju hutan dan sudah menyiapkan sebuah rencana. Marica menjelma menjadi kijang kencana dan mengecoh Rama sehingga mengejarnya sampai jauh.

Melihat Rama yang tidak kunjung kembali, Shinta menyuruh Lesmana untuk menyusulnya. Lesmana pun menuruti permintaan Shinta dan menyuruh Shinta tetap berada di dalam sebuah lingkaran pertahanan yang sudah dibuatnya.

Jadi, kalau dipikir-pikir. Rama ini keasyikan bermain-main di hutan sampai lupa dengan istrinya sendiri. Lesmana yang menyusul Rama pun juga meninggalkan Shinta di hutan sendirian. Lelaki macam apa mereka ini?

Nah, di saat Shinta sendirian di dalam hutan inilah, Rahwana akhirnya memboyong Shinta dan membawanya ke Alengka. Rahwana memang nakal dan suka menantang dunia. Tapi, dia adalah lelaki yang memperlakukan Shinta bak Tuan Putri.

Shinta di tempatkan di sebuah taman nan indah bernama Taman Asoka. Setiap hari, Rahwana datang dan mencoba menghibur Shinta dengan bernyanyi dan menari. Walaupun Shinta tetap bersikap dingin, tapi Rahwana tetap merayunya dengan kata-kata yang romantis. Tujuan Rahwana hanya satu, yaitu ingin melihat Shinta kembali tersenyum.

Rahwana sama sekali tidak punya niat buruk kepada Shinta, bahkan Rahwana bersumpah tidak akan menyentuh Shinta sebelum berhasil meluluhkan hatinya. Kalau Rahwana adalah generasi 90’an, pasti lagu Dewa ini yang selalu dia nyanyikan untuk Shinta:

“Aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku. Beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa”.

What a true lover.

Shinta, berilah sedikit waktu untuk Rahwana. Dia akan segera meluluhkan hatimu.

Semenjak di boyong ke Alengka, Shinta memang selalu menangis setiap hari. Shinta merindukan Rama dan menantikan suaminya itu untuk segera menjemputnya. Tapi setelah sekian lama menunggu, Rama tak kunjung datang menjemputnya. Shinta mulai merasa kecewa kepada suaminya itu.

Dalam sebuah versi lain, Shinta sebenarnya diam-diam mulai luluh hatinya karena kegigihan Rahwana. Shinta pun jatuh cinta kepada Rahwana. Cinta Shinta kepada Rahwana tumbuh tanpa sedikitpun sentuhan, cinta yang bersemi karena sikap dan usaha tak kenal lelah Rahwana kepadanya.

Sekarang coba renungkan ini. Menurutmu, cinta Rahwana kepada Shinta adalah cinta yang tumbuh karena nafsu (paras Shinta yang cantik) atau cinta yang benar-benar murni?

Pernahkan kalian (para lelaki) berdua dengan seorang wanita di sebuah taman indah nan sepi, dan tidak tergoda untuk menyentuhnya sekali saja? Berat sekali bukan, dilan saja tidak akan kuat. Tapi Rahwana menjalaninya setiap hari.

Kalau kamu wanita, bayangkan kamu menjadi Shinta. Sudah di culik orang lain, suamimu tidak kunjung datang menyelamatkanmu, eh begitu ada yang nongol malah seekor monyet (Hanoman). Mana mungkin Shinta tidak kecewa pada Rama. Sepengecutkah itu Rama sampai menyuruh seekor monyet dan tidak berangkat sendiri menjemput istrinya?

Tidak hanya sampai di situ, saat Shinta sudah kembali di sisi Rama. Bukannya dipeluk dan dimanja karena hari-hari berat yang sudah dilewati Shinta, tapi malah mempertanyakan kesucian istrinya itu. Hey, bukankah dia kehilangan Shinta itu juga karena kecerobohannya sendiri saat keasyikan berburu di hutan?

Dimanakah hati Rama yang akhirnya membiarkan Shinta menceburkan diri ke dalam lautan api untuk membuktikan kesucian dirinya. Bahkan dalam beberapa versi lain, Rama tega mengusir Shinta dalam kondisi hamil. Bukankah seharusnya Rama yang meminta maaf karena tidak berhasil menjaga Shinta dengan baik saat di hutan.

Sementara bagi Rahwana, Shinta masih suci atau tidak bukanlah sebuah persoalan. Cinta Rahwana kepada Shinta tidak tergantung kepada hal-hal seperti itu karena cinta Rahwana adalah dari hati ke hati. Rahwana lah yang mau menerima Shinta apa adanya.

Jadi..

Wahai para wanita, tampar saja lelaki yang merayu mu dengan berkata, “Kalau kamu jadi Shinta, aku yang akan menjadi Rama”.

Kalau dia tanya kenapa kamu menamparnya, cukup kalian jawab, “Yhaa, pikir aja sendiri!”.

 

*dari berbagai sumber.

 

Continue Reading
Advertisement
You may also like...

Take my hand and lets go..

Click to comment

More in Fiksi

  • Fiksi

    Luka yang Tercecer Di Jalan

    By

    Sudah tiga minggu kuoleskan salep penyamar bekas luka ini di lenganku. Sepertinya aku menyayatkan pisau itu...

  • Fiksi

    Rukmana

    By

    Sejak kejadian itu, Rukmana seperti jasad yang kehilangan sukma. Bagai mayat tanpa kata dan ekspresi, sesekali...

  • Fiksi

    Rondo Kuning

    By

    Aku hanya menghela nafas panjang, setiap hari aku hanya bisa menjadi pengecut kala menaruh harapan selangit...

  • Fiksi

    Bangku Kosong

    By

    Ana kembali menangis menundukan kepala, Putra masih gemetar ketakutan dan mematung di samping Ana dan Candra....

  • Fiksi

    F A N I S A

    By

    Aku berlarian di pasir putih ini bersama Anis dan Dendy. Arloji yang menunjukkan pukul sepuluh nyata-nyata...

  • Fiksi

    Sang Kupu-kupu

    By

    Ditengah kerumunan nampak seseorang yang terbaring, ditutup kain disekujur tubuhnya. Anak wanita paruh baya itu melepaskan...

  • Fiksi

    Coffee…

    By

    Dengan segenap tenagaku, aku bergerak dengan tubuh lemahku karena kakiku sakit untuk berjalan. Aku menghampiri sesosok...

To Top