Connect with us

Seiring Tangisan AlamNya

Banjir Ngawi - Desember 2007, Lokasi Desa Kebon. Foto : panoramio

Kehidupan

Seiring Tangisan AlamNya

Aku, keluargaku dan semua yang mengungsi di rumahku keluar dari rumahku membawa barang-barang. Aku terkejut bukan main, dari depan rumahku aku melihat air semakin menuju ke barat. Semua panik.

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse

19 Oktober 2007

Idul Fitri tahun ini tak jauh berbeda dari hari-hari biasanya. Keluargaku makan seadanya. Uangpun tak cukup untuk bisa membelikan anak-anakku baju baru. Toh anakkupun terbiasa dengan baju lama yang disulap dengan detergen dan panas arang, tapi bisa tetap seperti baru.

“Tak apa Pak. Baju untuk Sholat Id itu yang penting bersih dan suci.” Begitu kata Umar anakku yang sulung. Aku bangga pada anakku. Cara berpikirnya sudah dewasa.

Kondisi sederhana demikian namun tetap membuat kami bahagia bisa kumpul bersama keluarga. Uang hasil jerihku payahku jualan ikan dan jualan nasi pecel istriku cukup untuk silaturahim ke rumah orang tua. Ini kebahagiaan fitri yang tiap tahun kurasakan bersama istri dan kedua anakku.

Awal November 2007

Mungkin ini ujian dari Allah untuk mengukur seberapa keimanan keluarga kami. Aku tak bisa ‘kulakan’ ikan. Kabarnya ikan-ikan banyak yang keracunan sampah. Entah aku juga tak tahu ulah siapa. Sudah dua hari aku mencari cara untuk membayar uang sekolah dua anakku. Uang istriku sudah habis untuk makan empat orang.

7 Desember 2007

Alhamdulillaah kemarin hasil jualanku lumayan. Ikan-ikan sudah baik kondisinya. Kedua anakku juga sudah memperoleh BOS. Sedangkan, Zainab anak keduaku, dia memperoleh beasiswa hingga lulus SD nanti. Dengan uang hasil jualan itu dan sebagian tabungan keluarga, kami membeli dua ayam, betina dan jago untuk dikembangbiakkan. Semoga dari ayam itu bisa meringankan kebutuhan keluargaku sehari-hari.

13 Desember 2007

Aku pulang dari jualan dengan melewati sungai yang jaraknya sekitar lima ratus meter dari rumahku. Hari itu hujan lumayan deras. Aku berjalan memakai jas hujan. Aku melihat sungai yang semakin hari semakin kotor karena banyak sampah yang dibuang di sekitar sungai. Kenapa ya, mereka tak peduli lingkungan? Seperti ini kan juga tidak enak dipandang. Aku hanya bisa bergumam.

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse

Rasakan.... Setiap kejadian yang terjadi, pasti membawa hikmah...

Click to comment

More in Kehidupan

To Top