Connect with us

Tentang Rindu yang Membawa Luka

Kehidupan

Tentang Rindu yang Membawa Luka

Setiap hati pasti pernah merasakan bagaimana perasaan yang tersiksa oleh rindu. Kita pasti sepakat bahwa rindu memang menyebalkan. Bagaimana tidak, satu-satunya obat rindu adalah pertemuan. Sayangnya, tidak semua orang bisa memujudkan pertemuan itu. Seandainya ada seorang pakar yang bisa menemukan obat rindu ini dalam bentuk kapsul, pasti itu akan menjadi obat paling laris di dunia.

Rindu kadang menghilangkan kewarasan kita. Mengubah akal sehat menjadi tidak berguna. Rindu adalah sebuah energi aneh yang kalau tidak segera di atasi akan merusak pikiran, mengacaukan suasana hati dan melemahkan jasmani. Berhati-hatilah jika engkau sedang terjangkit perasaan ini.

Jarak adalah salah satu pemicu rindu. Sepasang hati yang terpisah atau mungkin tidak terjangkau lagi adalah lahan tempatnya tumbuh subur. Siapapun yang saat ini hatinya terikat dengan hati nun jauh di sana pasti paham bagaimana rasanya.

Kawanku, kalau engkau sedang di hujani rindu yang pedih, jangan sedih. Tetaplah bertahan, karena memang harus begitu. Kalau engkau berhasil melawan siksaan rindu, aku ucapkan selamat, hatimu sudah dibentengi dengan cinta. Ya, hanya cinta yang akan membuatmu bertahan.

Ada rindu yang akan berakhir dengan pelukan hangat, tapi ada juga rindu yang tidak akan pernah bertemu. Inilah bentuk rindu yang paling menyiksa. Rindu kepada hati yang seharusnya tidak untuk engkau rindukan. Kalau engkau sedang mengalami ini, bertahan dan lawanlah, aku sedang mencoba mengirim cahaya untukmu lewat tulisan ini.

Aku paham, melawan rindu untuk hati yang tidak seharusnya engkau rindukan itu berat. Engkau akan tenggelam dalam siksaan yang entah bagaimana cara mengatasinya. Tidak akan ada yang bisa menolongmu, bahkan dirimu sendiri akan kewalahan. Bahkan, ada yang menyerah dan memilih meninggalkan dunia ini selamanya.

Ambillah waktumu seperlu engkau membutuhkannya. Menyerahkan kepada waktu adalah jalan satu-saatunya. Dalam kondisi seperti ini, engkau hanya bisa pasrah dan membiarkan kerinduanmu mengalir begitu saja. Berbicaralah kepada hatimu, ajaklah ia untuk bekerja sama melawan perasaanmu sendiri.

Berat memang, aku tahu itu kawan. Tetaplah berjuang, semoga waktu akan berpihak kepadamu. Kalau engkau beruntung, semesta akan mendukungmu. Bahkan mungkin mengubah rindumu itu menjadi pertemuan indah tanpa menyakiti siapapun.

Tidak semua orang akan mampu untuk meyimpan rindunya dan memilih menunggu walau tidak tahu bagaimana ujungnya. Kalau engkau memilih jalan ini, aku akui kalau hatimu lebih berharga dari permata. Betapa rugi orang yang tidak menyambut hatimu itu kawan.

Tapi jika engkau akhirnya menyerah dan memilih untuk berjuang dengan hati yang lain, aku pun bisa paham. Terkadang semesta memang tidak berpihak kepada kita. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa, tetaplah bahagia dengan siapapun engkau bersama. Berdamailah dengan hatimu sendiri, kecuali engkau cukup kuat untuk bertahan dengan rindu yang membuatmu berteman sepi.

Continue Reading
Advertisement

Take my hand and lets go..

Click to comment

More in Kehidupan

To Top